Perbedaan Enso dan Neon EVM: Enso diperdagangkan di Rp13.753 (kapitalisasi pasar Rp283,15M, volume 24 jam Rp257,15M), sedangkan Neon EVM diperdagangkan di Rp246,89 (kapitalisasi pasar Rp59,39M, volume 24 jam Rp2,24M). Perbedaan utamanya: Enso jauh lebih besar — sekitar 4,8× kapitalisasi pasar Neon EVM, dan suplai beredar Enso 20,6M / 127,3M ENSO (17%) dibanding 239,5M / 1B NEON (24%) milik Neon EVM. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Enso selama 9 Hari dan Neon EVM selama 19 Hari.
| ENSO | NEON | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp283,15M | Rp59,39M |
Volume (24h) | Rp257,15M | Rp2,24M |
Suplai yang Beredar | 20,6M / 127,3M ENSO (17%) | 239,5M / 1B NEON (24%) |
Typical Hold Time | 9 Hari | 19 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Enso adalah protokol infrastruktur blockchain yang menyederhanakan pengembangan lintas chain melalui komponen dan logika eksekusi terstandarisasi. Protokol ini menghubungkan berbagai jaringan menggunakan Actions dan Shortcuts yang dapat digunakan ulang, sehingga developer tidak perlu membangun integrasi kompleks dari awal. Dengan arsitektur berbasis intent, pengguna cukup menentukan hasil yang diinginkan sementara Enso menangani proses routing dan eksekusi secara efisien di berbagai chain.
Selengkapnya di halaman ENSO →Neon EVM adalah platform smart contract di Solana yang menggunakan konsensus proof-of-history untuk keamanan tambahan. Meski kadang mengalami downtime, solusi diperkirakan dalam enam bulan. Dengan lebih dari 200 proyek yang siap diluncurkan, termasuk proyek berbasis Ethereum seperti Curve dan Sobal, Neon EVM bertujuan meningkatkan interoperabilitas dan integrasi dengan alat Ethereum utama di masa depan.
Selengkapnya di halaman NEON →