Perbedaan Enso dan Hashflow: Enso diperdagangkan di Rp13.563 (kapitalisasi pasar Rp277,49M, volume 24 jam Rp335,24M), sedangkan Hashflow diperdagangkan di Rp162,55 (kapitalisasi pasar Rp137,07M, volume 24 jam Rp37,63M). Perbedaan utamanya: Enso jauh lebih besar — sekitar 2× kapitalisasi pasar Hashflow, dan suplai Enso dibatasi (20,6M / 127,3M ENSO (17%)), sedangkan Hashflow terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Enso selama 9 Hari dan Hashflow selama 35 Hari.
| ENSO | HFT | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp277,49M | Rp137,07M |
Volume (24h) | Rp335,24M | Rp37,63M |
Suplai yang Beredar | 20,6M / 127,3M ENSO (17%) | 849M HFT |
Typical Hold Time | 9 Hari | 35 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Enso adalah protokol infrastruktur blockchain yang menyederhanakan pengembangan lintas chain melalui komponen dan logika eksekusi terstandarisasi. Protokol ini menghubungkan berbagai jaringan menggunakan Actions dan Shortcuts yang dapat digunakan ulang, sehingga developer tidak perlu membangun integrasi kompleks dari awal. Dengan arsitektur berbasis intent, pengguna cukup menentukan hasil yang diinginkan sementara Enso menangani proses routing dan eksekusi secara efisien di berbagai chain.
Selengkapnya di halaman ENSO →Hashflow adalah decentralized exchange (DEX) multichain yang memungkinkan pengguna untuk trading aset digital di blockchain terkemuka termasuk Ethereum, Arbitrum, Avalanche, BNB Chain, Optimism, dan Polygon hanya dalam hitungan detik. Hashflow memanfaatkan model request for quote (RFQ) untuk memberikan jaminan penawaran harga langsung dari professional market maker (PMM) kepada para trader. Sejak diluncurkan pada April 2021, Hashflow telah memfasilitasi total volume trading lebih dari $18 miliar, menjadikannya 10 DEX teratas.
Selengkapnya di halaman HFT →