Perbedaan Enso dan Ethereum Classic: Enso diperdagangkan di Rp13.490 (kapitalisasi pasar Rp277,49M, volume 24 jam Rp335,24M), sedangkan Ethereum Classic diperdagangkan di Rp128.150 (kapitalisasi pasar Rp20,21T, volume 24 jam Rp581,59M). Perbedaan utamanya: Ethereum Classic jauh lebih besar — sekitar 72,8× kapitalisasi pasar Enso, dan suplai beredar Enso 20,6M / 127,3M ENSO (17%) dibanding 157,5M / 210,7M ETC (75%) milik Ethereum Classic. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Enso selama 9 Hari dan Ethereum Classic selama 65 Hari.
| ENSO | ETC | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp277,49M | Rp20,21T |
Volume (24h) | Rp335,24M | Rp581,59M |
Suplai yang Beredar | 20,6M / 127,3M ENSO (17%) | 157,5M / 210,7M ETC (75%) |
Typical Hold Time | 9 Hari | 65 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Enso adalah protokol infrastruktur blockchain yang menyederhanakan pengembangan lintas chain melalui komponen dan logika eksekusi terstandarisasi. Protokol ini menghubungkan berbagai jaringan menggunakan Actions dan Shortcuts yang dapat digunakan ulang, sehingga developer tidak perlu membangun integrasi kompleks dari awal. Dengan arsitektur berbasis intent, pengguna cukup menentukan hasil yang diinginkan sementara Enso menangani proses routing dan eksekusi secara efisien di berbagai chain.
Selengkapnya di halaman ENSO →Ethereum Classic (ETC) adalah bagian dari Ethereum (ETH) yang diluncurkan pada Juli 2016. Fungsi utamanya adalah sebagai jaringan kontrak pintar, dengan kemampuan untuk meng-host dan mendukung aplikasi terdesentralisasi (DApps).
Selengkapnya di halaman ETC →