Perbedaan Enso dan Epic Chain: Enso diperdagangkan di Rp13.489 (kapitalisasi pasar Rp277,49M, volume 24 jam Rp335,24M), sedangkan Epic Chain diperdagangkan di Rp8.000 (kapitalisasi pasar Rp265,01M, volume 24 jam Rp261,27M). Perbedaan utamanya: Enso dan Epic Chain berukuran mirip dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Enso 20,6M / 127,3M ENSO (17%) dibanding 33,6M / 33,6M EPIC (100%) milik Epic Chain. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Enso selama 9 Hari dan Epic Chain selama 10 Hari.
| ENSO | EPIC | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp277,49M | Rp265,01M |
Volume (24h) | Rp335,24M | Rp261,27M |
Suplai yang Beredar | 20,6M / 127,3M ENSO (17%) | 33,6M / 33,6M EPIC (100%) |
Typical Hold Time | 9 Hari | 10 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Enso adalah protokol infrastruktur blockchain yang menyederhanakan pengembangan lintas chain melalui komponen dan logika eksekusi terstandarisasi. Protokol ini menghubungkan berbagai jaringan menggunakan Actions dan Shortcuts yang dapat digunakan ulang, sehingga developer tidak perlu membangun integrasi kompleks dari awal. Dengan arsitektur berbasis intent, pengguna cukup menentukan hasil yang diinginkan sementara Enso menangani proses routing dan eksekusi secara efisien di berbagai chain.
Selengkapnya di halaman ENSO →Epic Chain (EPIC), penerus Ethernity Chain (ERN), disetujui oleh 97,1% komunitas dan kini beroperasi sebagai blockchain ETH Layer 2. Berfokus pada Aset Dunia Nyata (RWA) dan hiburan, platform ini mengintegrasikan keamanan berbasis AI, DRM, dan teknologi Web3. Dengan pasar hiburan diperkirakan mencapai $3,5 triliun pada 2030, Epic Chain memungkinkan merek global membawa franchise mereka ke blockchain, termasuk tokoh ikonik seperti Messi, Shaq, dan Muhammad Ali. Kini, Epic memperluas jangkauannya ke franchise hiburan terkemuka dengan skalabilitas, keamanan, dan efisiensi yang lebih baik.
Selengkapnya di halaman EPIC →