Perbedaan Ethereum Name Service dan Mantle Staked Ether: Ethereum Name Service diperdagangkan di Rp79.121 (kapitalisasi pasar Rp3,26T, volume 24 jam Rp282,4M), sedangkan Mantle Staked Ether diperdagangkan di Rp37.869.256 (kapitalisasi pasar Rp8,88T, volume 24 jam Rp6,1M). Perbedaan utamanya: Mantle Staked Ether jauh lebih besar — sekitar 2,7× kapitalisasi pasar Ethereum Name Service, dan suplai beredar Ethereum Name Service 40,9M ENS dibanding 234K METH milik Mantle Staked Ether. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Ethereum Name Service selama 30 Hari dan Mantle Staked Ether selama 25 Hari.
| ENS | METH | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp3,26T | Rp8,88T |
Volume (24h) | Rp282,4M | Rp6,1M |
Suplai yang Beredar | 40,9M ENS | 234K METH |
Typical Hold Time | 30 Hari | 25 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Ethereum Name Service adalah sistem penamaan terdistribusi, terbuka, dan dapat diperluas yang berbasis di blockchain Ethereum. ENS adalah token tata kelola yang digunakan untuk mengatur protokol dan memengaruhi keputusan dalam menentukan harga address .eth dan price oracle. Pemilik token juga bisa mendelegasikan token mereka ke DAO untuk pemungutan suara.
Selengkapnya di halaman ENS →Mantle LSP adalah protokol liquid staking ETH tanpa izin dan tanpa kustodian di Ethereum L1 yang dikelola oleh Mantle. Protokol ini menggabungkan desain modern dengan manajemen risiko yang kuat serta memanfaatkan ekosistem Mantle untuk memberikan yield tinggi.
Selengkapnya di halaman METH →