Perbedaan Enjin Coin dan JOE: Enjin Coin diperdagangkan di Rp430,08 (kapitalisasi pasar Rp856,01M, volume 24 jam Rp64,43M), sedangkan JOE diperdagangkan di Rp492,86 (kapitalisasi pasar Rp226,16M, volume 24 jam Rp81,42M). Perbedaan utamanya: Enjin Coin jauh lebih besar — sekitar 3,8× kapitalisasi pasar JOE, dan suplai JOE dibatasi (457,2M / 500M JOE (92%)), sedangkan Enjin Coin terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Enjin Coin selama 102 Hari dan JOE selama 33 Hari.
| ENJ | JOE | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp856,01M | Rp226,16M |
Volume (24h) | Rp64,43M | Rp81,42M |
Suplai yang Beredar | 2B ENJ | 457,2M / 500M JOE (92%) |
Typical Hold Time | 102 Hari | 33 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
ENJ adalah aset digital penyimpan nilai yang bertujuan untuk memudahkan individu, bisnis, dan merek untuk menggunakan non-fungible token (NFT). ENJ juga merupakan token game pertama yang diakui penggunaannya di Jepang.
Selengkapnya di halaman ENJ →JOE adalah token native dari Trader Joe, sebuah bursa terdesentralisasi di blockchain Avalanche (AVAX). Trader Joe menawarkan berbagai layanan DeFi, termasuk pertukaran, staking, dan yield farming. Sejak diluncurkan pada Juni 2021, bursa ini telah mengalami pertumbuhan pesat, menarik lebih dari $4 miliar dalam total nilai terkunci. Trader Joe mengutamakan pendekatan berbasis komunitas dan menekankan inovasi, kecepatan, dan keamanan. Platform ini bertujuan untuk memberikan pengalaman DeFi yang komprehensif dan mengintegrasikan produk baru tanpa mengorbankan keamanan. Trader Joe memiliki peta jalan ambisius yang fokus pada pertumbuhan pemegang token, dengan rencana untuk peningkatan staking, daftar bursa NFT, kolateralizasi token JOE, dan perdagangan dengan leverage pada tahun 2021.
Selengkapnya di halaman JOE →