Perbedaan Enjin Coin dan GMX: Enjin Coin diperdagangkan di Rp429,34 (kapitalisasi pasar Rp850,91M, volume 24 jam Rp66,38M), sedangkan GMX diperdagangkan di Rp119.302 (kapitalisasi pasar Rp1,25T, volume 24 jam Rp36,56M). Perbedaan utamanya: GMX lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai GMX dibatasi (10,5M / 13,3M GMX (79%)), sedangkan Enjin Coin terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Enjin Coin selama 102 Hari dan GMX selama 46 Hari.
| ENJ | GMX | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp850,91M | Rp1,25T |
Volume (24h) | Rp66,38M | Rp36,56M |
Suplai yang Beredar | 2B ENJ | 10,5M / 13,3M GMX (79%) |
Typical Hold Time | 102 Hari | 46 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
ENJ adalah aset digital penyimpan nilai yang bertujuan untuk memudahkan individu, bisnis, dan merek untuk menggunakan non-fungible token (NFT). ENJ juga merupakan token game pertama yang diakui penggunaannya di Jepang.
Selengkapnya di halaman ENJ →GMX merupakan decentralized exchange (DEX) untuk trading kontrak berjangka kripto perpetual dengan leverage hingga 50x untuk mata uang Kripto populer seperti BTC, ETH, dan lainnya. Platform ini diluncurkan pada September 2021 sebagai Gambit Exchange. Saat ini, GMX telah memiliki volume trading hingga $130M dengan 283rb pengguna, menjadikannya DEX derivatif terkemuka di Arbitrum dan Avalanche.
Selengkapnya di halaman GMX →