Perbedaan Ethena dan Raydium: Ethena diperdagangkan di Rp1.509 (kapitalisasi pasar Rp14,44T, volume 24 jam Rp1,98T), sedangkan Raydium diperdagangkan di Rp12.568 (kapitalisasi pasar Rp3,36T, volume 24 jam Rp228,92M). Perbedaan utamanya: Ethena jauh lebih besar — sekitar 4,3× kapitalisasi pasar Raydium, dan suplai beredar Ethena 9,6B / 15B ENA (64%) dibanding 269,3M / 555M RAY (49%) milik Raydium. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Ethena selama 42 Hari dan Raydium selama 24 Hari.
| ENA | RAY | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp14,44T | Rp3,36T |
Volume (24h) | Rp1,98T | Rp228,92M |
Suplai yang Beredar | 9,6B / 15B ENA (64%) | 269,3M / 555M RAY (49%) |
Typical Hold Time | 42 Hari | 24 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
Ethena adalah protokol dolar sintetis yang dibangun di Ethereum yang akan memberikan solusi native kripto untuk uang yang tidak bergantung pada infrastruktur sistem perbankan tradisional, bersamaan dengan instrumen tabungan dalam dolar yang dapat diakses secara global — 'Internet Bond'.
Selengkapnya di halaman ENA →Raydium (RAY) adalah automated market maker (AMM) dan penyedia likuiditas yang dibangun di atas blockchain Solana untuk decentralized exchane (DEX). Tidak seperti AMM lainnya, Raydium menyediakan likuiditas on-chain ke limit order book pusat yang berarti bahwa dana yang disimpan ke Raydium diubah menjadi limit order yang ada di Serum orderbook.
Selengkapnya di halaman RAY →