Perbedaan Ethena dan Neon EVM: Ethena diperdagangkan di Rp1.530 (kapitalisasi pasar Rp15,04T, volume 24 jam Rp1,34T), sedangkan Neon EVM diperdagangkan di Rp247,68 (kapitalisasi pasar Rp59,92M, volume 24 jam Rp2,27M). Perbedaan utamanya: Ethena jauh lebih besar — sekitar 251× kapitalisasi pasar Neon EVM, dan suplai beredar Ethena 9,8B / 15B ENA (66%) dibanding 239,5M / 1B NEON (24%) milik Neon EVM. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Ethena selama 44 Hari dan Neon EVM selama 19 Hari.
| ENA | NEON | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp15,04T | Rp59,92M |
Volume (24h) | Rp1,34T | Rp2,27M |
Suplai yang Beredar | 9,8B / 15B ENA (66%) | 239,5M / 1B NEON (24%) |
Typical Hold Time | 44 Hari | 19 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
Ethena adalah protokol dolar sintetis yang dibangun di Ethereum yang akan memberikan solusi native kripto untuk uang yang tidak bergantung pada infrastruktur sistem perbankan tradisional, bersamaan dengan instrumen tabungan dalam dolar yang dapat diakses secara global — 'Internet Bond'.
Selengkapnya di halaman ENA →Neon EVM adalah platform smart contract di Solana yang menggunakan konsensus proof-of-history untuk keamanan tambahan. Meski kadang mengalami downtime, solusi diperkirakan dalam enam bulan. Dengan lebih dari 200 proyek yang siap diluncurkan, termasuk proyek berbasis Ethereum seperti Curve dan Sobal, Neon EVM bertujuan meningkatkan interoperabilitas dan integrasi dengan alat Ethereum utama di masa depan.
Selengkapnya di halaman NEON →