Perbedaan Ethena dan Terra: Ethena diperdagangkan di Rp1.535 (kapitalisasi pasar Rp15,04T, volume 24 jam Rp1,37T), sedangkan Terra diperdagangkan di Rp761,47 (kapitalisasi pasar Rp539,02M, volume 24 jam Rp69,13M). Perbedaan utamanya: Ethena jauh lebih besar — sekitar 27,9× kapitalisasi pasar Terra, dan suplai Ethena dibatasi (9,8B / 15B ENA (66%)), sedangkan Terra terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Ethena selama 44 Hari dan Terra selama 82 Hari.
| ENA | LUNA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp15,04T | Rp539,02M |
Volume (24h) | Rp1,37T | Rp69,13M |
Suplai yang Beredar | 9,8B / 15B ENA (66%) | 710M LUNA |
Typical Hold Time | 44 Hari | 82 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
Ethena adalah protokol dolar sintetis yang dibangun di Ethereum yang akan memberikan solusi native kripto untuk uang yang tidak bergantung pada infrastruktur sistem perbankan tradisional, bersamaan dengan instrumen tabungan dalam dolar yang dapat diakses secara global — 'Internet Bond'.
Selengkapnya di halaman ENA →Protokol Terra 2.0 adalah protokol blockchain publik yang terdesentralisasi dan open-source. Luna adalah token staking asli protokol Terra yang digunakan untuk tata kelola dan penambangan. Jaringan Terra 2.0 tidak akan memiliki stablecoin, dan pemegang jaringan Terra Classic lama akan mendapatkan koin asli Luna yang baru. Dalam rencananya, pengembang ekosistem Terra akan bermigrasi dan menyebarkan dapps mereka di blockchain baru.
Selengkapnya di halaman LUNA →