Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Elnusa Tbk. (ELSA) vs Indomobil Sukses Internasional Tbk. (IMAS)

Elnusa Tbk.Trading
Indomobil Sukses Internasional Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Elnusa Tbk. dan Indomobil Sukses Internasional Tbk.: Elnusa Tbk. diperdagangkan di Rp645 (kapitalisasi pasar 4,74 T, volume 24 jam 6,08 jt), sedangkan Indomobil Sukses Internasional Tbk. diperdagangkan di Rp840 (kapitalisasi pasar 3,34 T, volume 24 jam 119,4 rb). Perbedaan utamanya: Elnusa Tbk. lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan Elnusa Tbk. lebih aktif diperdagangkan (6,08 jt vs 119,4 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

ELSAIMAS
Kapitalisasi Pasar
4,74 T3,34 T
Volume
6,08 jt119,4 rb
Lot
60,77 rb1,19 rb
Perputaran
3,93 M100,46 jt
Harga Rata-rata
646,78841,39
Nilai Transaksi
3,93 M100,46 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
650835
Volume Ekuilibrium Indikatif
170,9 rb400

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

ELSA
Lihat detail
IMAS
Lihat detail

Tentang Elnusa Tbk.

PT Elnusa Tbk (Company) was established under the name of PT Elektronika Nusantara on January 25, 1969 based on notarial deed No.18 of Tan Thong Kie, S.H., dated January 25, 1969, as amended by notarial deed No. 10 of the same notary dated February 13, 1969. The Company’s articles of association has been amended several times, most recently by notarial deed No. 2 of Soegeng Santosa, S.H., dated Jan 7, 2002, concerning among others, the change in the Company’s name and public offering.

Selengkapnya di halaman ELSA

Tentang Indomobil Sukses Internasional Tbk.

PT Indomobil Sukses International Tbk (the Company) was initially established as a result of the merger between PT Indomulti Inti Industri Tbk (IMII) and PT Indomobil Investment corporation (IIC). The Company’s articles of association has been amended from time to time, most recently on June 30, 1999 in connection with the Company’s plans to offer shares with pre-emptive right. The Ministry of Justice has approved the amendment on July 5, 1999.

Selengkapnya di halaman IMAS