Perbedaan HeyElsa dan Chainlink: HeyElsa diperdagangkan di Rp992,73 (kapitalisasi pasar Rp251,92M, volume 24 jam Rp179,86M), sedangkan Chainlink diperdagangkan di Rp153.564 (kapitalisasi pasar Rp114,22T, volume 24 jam Rp5,31T). Perbedaan utamanya: Chainlink jauh lebih besar — sekitar 453,4× kapitalisasi pasar HeyElsa, dan suplai beredar HeyElsa 255,6M / 1B ELSA (26%) dibanding 748,1M / 1B LINK (75%) milik Chainlink. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan HeyElsa selama 6 Hari dan Chainlink selama 62 Hari.
| ELSA | LINK | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp251,92M | Rp114,22T |
Volume (24h) | Rp179,86M | Rp5,31T |
Suplai yang Beredar | 255,6M / 1B ELSA (26%) | 748,1M / 1B LINK (75%) |
Typical Hold Time | 6 Hari | 62 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
HeyElsa adalah asisten crypto berbasis AI yang mengubah perintah bahasa alami menjadi aksi on-chain yang teroptimasi. Platform ini mendukung eksekusi berbasis intent untuk swap dan staking, mengelola routing serta pengecekan risiko, dan terintegrasi dengan berbagai chain seperti Ethereum, Solana, dan Base. HeyElsa juga menyediakan wallet MPC dan fitur onboarding untuk mempermudah pengguna baru di DeFi.
Selengkapnya di halaman ELSA →Dicipatakan pada tahun 2017 oleh Sergey Nazarov, Chainlink adalah lapisan abstraksi blockchain yang memungkinkan kontrak pintar terhubung secara universal. Melalui jaringan oracle terdesentralisasi, Chainlink memungkinkan blockchain untuk berinteraksi secara aman dengan umpan data eksternal, peristiwa dan metode pembayaran, memberikan informasi off-chain penting yang dibutuhkan oleh kontrak pintar yang kompleks untuk menjadi bentuk dominan dari perjanjian digital.
Selengkapnya di halaman LINK →