Perbedaan HeyElsa dan GMX: HeyElsa diperdagangkan di Rp994,11 (kapitalisasi pasar Rp253,02M, volume 24 jam Rp177,49M), sedangkan GMX diperdagangkan di Rp108.008 (kapitalisasi pasar Rp1,13T, volume 24 jam Rp52,58M). Perbedaan utamanya: GMX jauh lebih besar — sekitar 4,5× kapitalisasi pasar HeyElsa, dan suplai beredar HeyElsa 255,6M / 1B ELSA (26%) dibanding 10,4M / 13,3M GMX (79%) milik GMX. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan HeyElsa selama 6 Hari dan GMX selama 45 Hari.
| ELSA | GMX | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp253,02M | Rp1,13T |
Volume (24h) | Rp177,49M | Rp52,58M |
Suplai yang Beredar | 255,6M / 1B ELSA (26%) | 10,4M / 13,3M GMX (79%) |
Typical Hold Time | 6 Hari | 45 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
HeyElsa adalah asisten crypto berbasis AI yang mengubah perintah bahasa alami menjadi aksi on-chain yang teroptimasi. Platform ini mendukung eksekusi berbasis intent untuk swap dan staking, mengelola routing serta pengecekan risiko, dan terintegrasi dengan berbagai chain seperti Ethereum, Solana, dan Base. HeyElsa juga menyediakan wallet MPC dan fitur onboarding untuk mempermudah pengguna baru di DeFi.
Selengkapnya di halaman ELSA →GMX merupakan decentralized exchange (DEX) untuk trading kontrak berjangka kripto perpetual dengan leverage hingga 50x untuk mata uang Kripto populer seperti BTC, ETH, dan lainnya. Platform ini diluncurkan pada September 2021 sebagai Gambit Exchange. Saat ini, GMX telah memiliki volume trading hingga $130M dengan 283rb pengguna, menjadikannya DEX derivatif terkemuka di Arbitrum dan Avalanche.
Selengkapnya di halaman GMX →