Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk. (ELPI) vs Kian Santang Muliatama Tbk. (RGAS)

Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk.Trading
Kian Santang Muliatama Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk. dan Kian Santang Muliatama Tbk.: Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk. diperdagangkan di Rp990 (kapitalisasi pasar 7,54 T, volume 24 jam 1,19 jt), sedangkan Kian Santang Muliatama Tbk. diperdagangkan di Rp214 (kapitalisasi pasar 306,44 M, volume 24 jam 22,62 jt). Perbedaan utamanya: Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk. jauh lebih besar — sekitar 24,6× kapitalisasi pasar Kian Santang Muliatama Tbk., dan Kian Santang Muliatama Tbk. lebih aktif diperdagangkan (22,62 jt vs 1,19 jt). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

ELPIRGAS
Kapitalisasi Pasar
7,54 T306,44 M
Volume
1,19 jt22,62 jt
Lot
11,86 rb226,18 rb
Perputaran
1,18 M4,84 M
Harga Rata-rata
993,6214,01
Nilai Transaksi
1,18 M4,84 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
990214
Volume Ekuilibrium Indikatif
3351,91 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

ELPI
Lihat detail
RGAS
Lihat detail

Tentang Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk.

PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (the Entity) was established based on Notarial Deed No. 11 of Grace Margareth Goenawan, S.H., dated April 20, 1992 in Ambon. PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari is the parent Entity, whereas PT Kreasi Cipta Timur is the ultimate parent of the Entity. The Entity’s Ultimate Beneficiary Ownership (UBO) is Eka Taniputra.

Selengkapnya di halaman ELPI

Tentang Kian Santang Muliatama Tbk.

PT Kian Santang Muliatama Tbk (the Entity) was established based on the Notarial Deed of Artisa Khamelia Ramadiyanti, S.H., M.Kn., No. 634, dated November 28, 2018. The Entity started its commercial operations on 2019. The controlling party for the Company is Edy Nurhamid Amin.

Selengkapnya di halaman RGAS