Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Ekadharma International Tbk. (EKAD) vs Abadi Lestari Indonesia Tbk. (RLCO)

Ekadharma International Tbk.Trading
Abadi Lestari Indonesia Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Ekadharma International Tbk. dan Abadi Lestari Indonesia Tbk.: Ekadharma International Tbk. diperdagangkan di Rp170 (kapitalisasi pasar 590,46 M, volume 24 jam 90,5 rb), sedangkan Abadi Lestari Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp3.260 (kapitalisasi pasar 10,06 T, volume 24 jam 688,4 rb). Perbedaan utamanya: Abadi Lestari Indonesia Tbk. jauh lebih besar — sekitar 17× kapitalisasi pasar Ekadharma International Tbk., dan Abadi Lestari Indonesia Tbk. lebih aktif diperdagangkan (688,4 rb vs 90,5 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

EKADRLCO
Kapitalisasi Pasar
590,46 M10,06 T
Volume
90,5 rb688,4 rb
Lot
9056,88 rb
Perputaran
15,24 jt2,25 M
Harga Rata-rata
168,443.273,17
Nilai Transaksi
15,24 jt2,25 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
1703.260
Volume Ekuilibrium Indikatif
515

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

EKAD
Lihat detail
RLCO
Lihat detail

Tentang Ekadharma International Tbk.

PT Ekadharma International Tbk (the Company) was established under the name of PT Ekadharma Widya Graphika based on Notarial Deed No. 71 dated November 20, 1981. PT Ekadharma Tape Industries Tbk manufactures computer continuous form paper and other related products. It also holds a manufacturing and distribution license from Nashua Corporation, USA.In August 2, 2006, The company's name was changed to PT Ekadharma International Tbk.

Selengkapnya di halaman EKAD

Tentang Abadi Lestari Indonesia Tbk.

PT Abadi Lestari Indonesia (the Entity) was established based on Notarial Deed No. 166 of Siti Nurul Hidajah, S.H., M.Kn., Notary in Bojonegoro, dated August 11, 2014. The Entity started its commercial operations in 2014. PT Abadi Lestari Indonesia is the parent entity, whereas Edwin Pranata is the ultimate beneficial owner of the group.

Selengkapnya di halaman RLCO