Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja OpenEden (EDEN) vs Humanity Protocol (H)

OpenEdenTrading
Humanity ProtocolTrading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan OpenEden dan Humanity Protocol: OpenEden diperdagangkan di Rp773,69 (kapitalisasi pasar Rp305,79M, volume 24 jam Rp59,74M), sedangkan Humanity Protocol diperdagangkan di Rp1.231 (kapitalisasi pasar Rp3,82T, volume 24 jam Rp178,41M). Perbedaan utamanya: Humanity Protocol jauh lebih besar — sekitar 12,5× kapitalisasi pasar OpenEden, dan suplai beredar OpenEden 396,1M / 1B EDEN (40%) dibanding 3,1B / 10B H (31%) milik Humanity Protocol. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan OpenEden selama 7 Hari dan Humanity Protocol selama 5 Hari.

EDENH
Kap. Pasar
Rp305,79MRp3,82T
Volume (24h)
Rp59,74MRp178,41M
Suplai yang Beredar
396,1M / 1B EDEN (40%)3,1B / 10B H (31%)
Typical Hold Time
7 Hari5 Hari

Sentimen investor di Pluang

Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir

EDEN
0% Beli100% Jual
Rata-rata periode kepemilikan · 7 Hari
H
48% Beli52% Jual
Rata-rata periode kepemilikan · 5 Hari

Tentang OpenEden

OpenEden adalah platform tokenisasi aset dunia nyata (RWA) dengan fokus pada kepatuhan regulasi dan akses on-chain yang aman. Melalui entitas terregulasi, OpenEden menjembatani keuangan tradisional dan blockchain dengan cara yang transparan dan sesuai aturan.

Selengkapnya di halaman EDEN

Tentang Humanity Protocol

Humanity Protocol menawarkan alternatif terdesentralisasi untuk sistem identitas biometrik yang dijalankan pemerintah, memberikan kendali penuh kepada individu atas data identitas dan biometriknya melalui teknologi blockchain yang aman. Hal ini memastikan privasi dan perlindungan dari sensor. Humanity Protocol berfungsi sebagai grafik identitas terbuka yang mendukung kredensial terverifikasi untuk berbagai atribut, seperti informasi pribadi (PII), pendidikan, pekerjaan, dan partisipasi dalam acara. Pengguna dapat membuktikan berbagai aspek identitas mereka secara selektif tanpa mengorbankan privasi.

Selengkapnya di halaman H