Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Electronic City Indonesia Tbk. (ECII) vs Matahari Department Store Tbk. (LPPF)

Electronic City Indonesia Tbk.Trading
Matahari Department Store Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Electronic City Indonesia Tbk. dan Matahari Department Store Tbk.: Electronic City Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp153 (kapitalisasi pasar 208,16 M, volume 24 jam 419,5 rb), sedangkan Matahari Department Store Tbk. diperdagangkan di Rp1.590 (kapitalisasi pasar 3,54 T, volume 24 jam 329,4 rb). Perbedaan utamanya: Matahari Department Store Tbk. jauh lebih besar — sekitar 17× kapitalisasi pasar Electronic City Indonesia Tbk., dan Electronic City Indonesia Tbk. lebih aktif diperdagangkan (419,5 rb vs 329,4 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

ECIILPPF
Kapitalisasi Pasar
208,16 M3,54 T
Volume
419,5 rb329,4 rb
Lot
4,2 rb3,29 rb
Perputaran
64,17 jt523,28 jt
Harga Rata-rata
152,971.588,58
Nilai Transaksi
64,17 jt523,28 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
1571.590
Volume Ekuilibrium Indikatif
454,5 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

ECII
Lihat detail
LPPF
Lihat detail

Tentang Electronic City Indonesia Tbk.

PT Electronic City Indonesia Tbk was establised on April 29, 2002. Electronic City manages a growing network that comprises 36 stores and 8 warehouses, with 39,706 sqm or gross selling area and 10,660 sqm of warehouse area (as of June 3, 2013). Electronic City implements a dual-branding strategy through the two types of its stores, namely Electronic City and Electronic City Outlet.

Selengkapnya di halaman ECII

Tentang Matahari Department Store Tbk.

PT Matahari Department Store Tbk was established as PT Stephens Utama International Leasing Corp based on Notarial Deed No.2 dated 1 April 1982, of Misahardi Wilamarta, S.H. The Company's merger with its parent company (PT Meadow Indonesia), which was effective from 30 September 2011.

Selengkapnya di halaman LPPF