Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Electronic City Indonesia Tbk. (ECII) vs Jaya Agra Wattie Tbk (JAWA)

Electronic City Indonesia Tbk.Trading
Jaya Agra Wattie TbkTrading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Electronic City Indonesia Tbk. dan Jaya Agra Wattie Tbk: Electronic City Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp133 (kapitalisasi pasar 180,13 M, volume 24 jam 1,61 jt), sedangkan Jaya Agra Wattie Tbk diperdagangkan di Rp115 (kapitalisasi pasar 1,87 T, volume 24 jam 382 rb). Perbedaan utamanya: Jaya Agra Wattie Tbk jauh lebih besar — sekitar 10,4× kapitalisasi pasar Electronic City Indonesia Tbk., dan Electronic City Indonesia Tbk. lebih aktif diperdagangkan (1,61 jt vs 382 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

ECIIJAWA
Kapitalisasi Pasar
180,13 M1,87 T
Volume
1,61 jt382 rb
Lot
16,1 rb3,82 rb
Perputaran
216,6 jt43,65 jt
Harga Rata-rata
134,52114,26
Nilai Transaksi
216,6 jt43,65 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
133115
Volume Ekuilibrium Indikatif
6494

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

ECII
Lihat detail
JAWA
Lihat detail

Tentang Electronic City Indonesia Tbk.

PT Electronic City Indonesia Tbk was establised on April 29, 2002. Electronic City manages a growing network that comprises 36 stores and 8 warehouses, with 39,706 sqm or gross selling area and 10,660 sqm of warehouse area (as of June 3, 2013). Electronic City implements a dual-branding strategy through the two types of its stores, namely Electronic City and Electronic City Outlet.

Selengkapnya di halaman ECII

Tentang Jaya Agra Wattie Tbk

PT Jaya Agra Wattie was founded with the name Handel Maatschappij J.A. Wattie and Company Limited. PT Jaya Agra Wattie (Persero) is one of private agribusiness corporations engaging in plantation, processing and agricultural logistics and marketing activities. Having 90 years of experience in the agriculture sector, the company continually strengthens its business base through a diversification approach by cultivating various premium plantations of primary raw commodities such as rubber, crude palm oil (CPO), coffee and tea.

Selengkapnya di halaman JAWA