Perbedaan Dymension dan Tensor: Dymension diperdagangkan di Rp254,85 (kapitalisasi pasar Rp149,69M, volume 24 jam Rp29,45M), sedangkan Tensor diperdagangkan di Rp566,14 (kapitalisasi pasar Rp298,73M, volume 24 jam Rp76,69M). Perbedaan utamanya: Tensor lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Dymension 589,3M DYM dibanding 526,9M TNSR milik Tensor. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Dymension selama 73 Hari dan Tensor selama 35 Hari.
| DYM | TNSR | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp149,69M | Rp298,73M |
Volume (24h) | Rp29,45M | Rp76,69M |
Suplai yang Beredar | 589,3M DYM | 526,9M TNSR |
Typical Hold Time | 73 Hari | 35 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Dymension mirip dengan aplikasi web full-stack di mana pengguna dapat berinteraksi dengan RollApps (front-end), Dymension (back-end) bertindak sebagai koordinator untuk ekosistem, dan jaringan ketersediaan data (basis data) menyediakan tempat untuk mempublikasikan data. RollApps adalah aplikasi interaktif untuk jaringan Dymension. Pengguna dapat membangun game, DeFi, proyek NFT, dan banyak lagi.
Selengkapnya di halaman DYM →Tensor adalah pasar NFT terbesar di Solana: 60-70% dari volume NFT Solana mengalir melalui protokol pasar Tensor setiap hari. Tensor diluncurkan pada bulan Juli 2022 dan mendapatkan momentum karena menawarkan pengalaman perdagangan NFT yang cepat dan profesional di Solana. Dalam waktu kurang dari setahun, Tensor dengan cepat naik ke posisi #1 sebagai pasar NFT teratas. Sejak itu, sebagian besar kolektor dan pedagang NFT Solana menggunakan Tensor sebagai pasar NFT harian mereka karena menyediakan cakupan terluas dari proyek NFT terbaru di Solana.
Selengkapnya di halaman TNSR →