Perbedaan Dymension dan Slash Vision Labs: Dymension diperdagangkan di Rp277,63 (kapitalisasi pasar Rp155,56M, volume 24 jam Rp46,19M), sedangkan Slash Vision Labs diperdagangkan di Rp174,3 (kapitalisasi pasar --, volume 24 jam Rp1,46M). Perbedaan utamanya: suplai beredar Dymension 562,8M DYM dibanding -- milik Slash Vision Labs, dan Dymension lebih aktif diperdagangkan (Rp46,19M vs Rp1,46M). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Dymension selama 71 Hari dan Slash Vision Labs selama 10 Hari.
| DYM | SVL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp155,56M | -- |
Volume (24h) | Rp46,19M | Rp1,46M |
Suplai yang Beredar | 562,8M DYM | -- |
Typical Hold Time | 71 Hari | 10 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Dymension mirip dengan aplikasi web full-stack di mana pengguna dapat berinteraksi dengan RollApps (front-end), Dymension (back-end) bertindak sebagai koordinator untuk ekosistem, dan jaringan ketersediaan data (basis data) menyediakan tempat untuk mempublikasikan data. RollApps adalah aplikasi interaktif untuk jaringan Dymension. Pengguna dapat membangun game, DeFi, proyek NFT, dan banyak lagi.
Selengkapnya di halaman DYM →Slash Vision Labs adalah platform pembayaran cryptocurrency yang dirancang untuk mempermudah penggunaan aset digital dalam transaksi sehari-hari. Sebagai pencipta kartu kredit berbasis crypto pertama yang sesuai regulasi di Jepang, Slash Vision Labs menjembatani keuangan tradisional dengan mata uang digital. Slash Card, bersama dengan token SVL, menjadi pintu masuk bagi pengguna baru di Jepang yang ingin menjelajahi dunia crypto. Dengan menghadirkan solusi pembayaran yang aman dan self-custodial, Slash Vision Labs memudahkan integrasi cryptocurrency ke dalam kehidupan sehari-hari.
Selengkapnya di halaman SVL →