Perbedaan Dymension dan Qtum: Dymension diperdagangkan di Rp277,3 (kapitalisasi pasar Rp155,56M, volume 24 jam Rp46,19M), sedangkan Qtum diperdagangkan di Rp12.210 (kapitalisasi pasar Rp1,29T, volume 24 jam Rp96,88M). Perbedaan utamanya: Qtum jauh lebih besar — sekitar 8,3× kapitalisasi pasar Dymension, dan suplai Qtum dibatasi (106,1M / 107,8M QTUM (99%)), sedangkan Dymension terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Dymension selama 71 Hari dan Qtum selama 68 Hari.
| DYM | QTUM | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp155,56M | Rp1,29T |
Volume (24h) | Rp46,19M | Rp96,88M |
Suplai yang Beredar | 562,8M DYM | 106,1M / 107,8M QTUM (99%) |
Typical Hold Time | 71 Hari | 68 Hari |
Dymension mirip dengan aplikasi web full-stack di mana pengguna dapat berinteraksi dengan RollApps (front-end), Dymension (back-end) bertindak sebagai koordinator untuk ekosistem, dan jaringan ketersediaan data (basis data) menyediakan tempat untuk mempublikasikan data. RollApps adalah aplikasi interaktif untuk jaringan Dymension. Pengguna dapat membangun game, DeFi, proyek NFT, dan banyak lagi.
Selengkapnya di halaman DYM →QTUM (diucapkan "kuantum") adalah platform blockchain open-source dengan proof-of-stake (PoS) smart contract dan protokol transfer nilai. QTUM bertujuan untuk menyatukan kekuatan Bitcoin dan Ethereum dalam satu chain. Qtum dibangun di atas model transaksi UTXO Bitcoin, dengan fungsionalitas tambahan dari eksekusi smart contract dan DApps. Baru-baru ini, QTUM menambahkan dukungan untuk aplikasi DeFi. Per Maret 2021, ada lebih dari 20 token yang telah dibuat di blockchain Qtum.
Selengkapnya di halaman QTUM →