Perbedaan Dymension dan Loopring: Dymension diperdagangkan di Rp277,26 (kapitalisasi pasar Rp155,56M, volume 24 jam Rp46,19M), sedangkan Loopring diperdagangkan di Rp319,34 (kapitalisasi pasar Rp532,87M, volume 24 jam Rp250,37M). Perbedaan utamanya: Loopring jauh lebih besar — sekitar 3,4× kapitalisasi pasar Dymension, dan suplai beredar Dymension 562,8M DYM dibanding 1,4B LRC milik Loopring. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Dymension selama 71 Hari dan Loopring selama 73 Hari.
| DYM | LRC | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp155,56M | Rp532,87M |
Volume (24h) | Rp46,19M | Rp250,37M |
Suplai yang Beredar | 562,8M DYM | 1,4B LRC |
Typical Hold Time | 71 Hari | 73 Hari |
Dymension mirip dengan aplikasi web full-stack di mana pengguna dapat berinteraksi dengan RollApps (front-end), Dymension (back-end) bertindak sebagai koordinator untuk ekosistem, dan jaringan ketersediaan data (basis data) menyediakan tempat untuk mempublikasikan data. RollApps adalah aplikasi interaktif untuk jaringan Dymension. Pengguna dapat membangun game, DeFi, proyek NFT, dan banyak lagi.
Selengkapnya di halaman DYM →LRC adalah token berbasis Ethereum milik Loopring, sebuah protokol terbuka yang dirancang untuk membangun bursa kripto terdesentralisasi. Tujuan Loopring adalah untuk menggabungkan pencocokan centralized order dengan penyelesaian order pada blockchain yang terdesentralisasi, menjadikannya produk hybrid yang akan mengambil aspek terbaik dari bursa centralized dan bursa terdesentralisasi.
Selengkapnya di halaman LRC →