Perbedaan Dymension dan Hashflow: Dymension diperdagangkan di Rp278,15 (kapitalisasi pasar Rp155,56M, volume 24 jam Rp46,19M), sedangkan Hashflow diperdagangkan di Rp155,55 (kapitalisasi pasar Rp132,2M, volume 24 jam Rp46,1M). Perbedaan utamanya: Dymension lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Dymension 562,8M DYM dibanding 849M HFT milik Hashflow. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Dymension selama 71 Hari dan Hashflow selama 35 Hari.
| DYM | HFT | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp155,56M | Rp132,2M |
Volume (24h) | Rp46,19M | Rp46,1M |
Suplai yang Beredar | 562,8M DYM | 849M HFT |
Typical Hold Time | 71 Hari | 35 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Dymension mirip dengan aplikasi web full-stack di mana pengguna dapat berinteraksi dengan RollApps (front-end), Dymension (back-end) bertindak sebagai koordinator untuk ekosistem, dan jaringan ketersediaan data (basis data) menyediakan tempat untuk mempublikasikan data. RollApps adalah aplikasi interaktif untuk jaringan Dymension. Pengguna dapat membangun game, DeFi, proyek NFT, dan banyak lagi.
Selengkapnya di halaman DYM →Hashflow adalah decentralized exchange (DEX) multichain yang memungkinkan pengguna untuk trading aset digital di blockchain terkemuka termasuk Ethereum, Arbitrum, Avalanche, BNB Chain, Optimism, dan Polygon hanya dalam hitungan detik. Hashflow memanfaatkan model request for quote (RFQ) untuk memberikan jaminan penawaran harga langsung dari professional market maker (PMM) kepada para trader. Sejak diluncurkan pada April 2021, Hashflow telah memfasilitasi total volume trading lebih dari $18 miliar, menjadikannya 10 DEX teratas.
Selengkapnya di halaman HFT →