Perbedaan Dymension dan Haedal Protocol: Dymension diperdagangkan di Rp277,97 (kapitalisasi pasar Rp156,41M, volume 24 jam Rp45,59M), sedangkan Haedal Protocol diperdagangkan di Rp289,41 (kapitalisasi pasar Rp131,12M, volume 24 jam Rp28,74M). Perbedaan utamanya: Dymension lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai Haedal Protocol dibatasi (454,2M / 1B HAEDAL (46%)), sedangkan Dymension terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Dymension selama 71 Hari dan Haedal Protocol selama 14 Hari.
| DYM | HAEDAL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp156,41M | Rp131,12M |
Volume (24h) | Rp45,59M | Rp28,74M |
Suplai yang Beredar | 562,8M DYM | 454,2M / 1B HAEDAL (46%) |
Typical Hold Time | 71 Hari | 14 Hari |
Dymension mirip dengan aplikasi web full-stack di mana pengguna dapat berinteraksi dengan RollApps (front-end), Dymension (back-end) bertindak sebagai koordinator untuk ekosistem, dan jaringan ketersediaan data (basis data) menyediakan tempat untuk mempublikasikan data. RollApps adalah aplikasi interaktif untuk jaringan Dymension. Pengguna dapat membangun game, DeFi, proyek NFT, dan banyak lagi.
Selengkapnya di halaman DYM →Haedal adalah protokol liquid staking terkemuka yang dibangun secara native di jaringan Sui. Protokol ini menyediakan infrastruktur yang kuat, memungkinkan pengguna untuk melakukan staking token SUI dan Walrus ke validator guna memperoleh imbal hasil konsensus secara berkelanjutan, sekaligus membuka likuiditas LST yang dapat dimanfaatkan di berbagai ekosistem DeFi. Haedal bertujuan menjadi tempat utama bagi pengguna untuk staking dan mendapatkan imbal hasil di ekosistem Sui.
Selengkapnya di halaman HAEDAL →