Perbedaan dYdX dan ZeroLend: dYdX diperdagangkan di Rp1.967 (kapitalisasi pasar Rp1,66T, volume 24 jam Rp63,43M), sedangkan ZeroLend diperdagangkan di Rp0,1389 (kapitalisasi pasar Rp9,92M, volume 24 jam Rp2,19M). Perbedaan utamanya: dYdX jauh lebih besar — sekitar 167,3× kapitalisasi pasar ZeroLend, dan suplai beredar dYdX 848,6M / 1B DYDX (85%) dibanding 54,9B / 100B ZERO (55%) milik ZeroLend. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan dYdX selama 56 Hari dan ZeroLend selama 27 Hari.
| DYDX | ZERO | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,66T | Rp9,92M |
Volume (24h) | Rp63,43M | Rp2,19M |
Suplai yang Beredar | 848,6M / 1B DYDX (85%) | 54,9B / 100B ZERO (55%) |
Typical Hold Time | 56 Hari | 27 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
DYDX (dYdX) adalah token tata kelola untuk protokol lapisan 2 dari pertukaran mata uang kripto terdesentralisasi non-kustodial eponymous. Dengan platform sumber terbuka dengan fungsi kontrak pintar, dYdX dirancang bagi pengguna untuk meminjamkan, meminjam, dan memperdagangkan aset kripto. dYdX mendukung perdagangan spot, namun fokus utama platform ini adalah pada perdagangan derivatif dan margin.
Selengkapnya di halaman DYDX →ZeroLend adalah platform pinjam-meminjam aset digital terdesentralisasi yang mengubah lanskap peminjaman dan peminjaman aset digital. Beroperasi di berbagai chain, termasuk zkSync dan Manta Network, ZeroLend memanfaatkan protokol Layer 2 untuk meningkatkan skalabilitas dan efisiensi. Token tata kelola dan utilitas asli platform, ZERO, memungkinkan pengguna berpartisipasi dalam tata kelola dan staking.
Selengkapnya di halaman ZERO →