Perbedaan dYdX dan HumidiFi: dYdX diperdagangkan di Rp1.966 (kapitalisasi pasar Rp1,66T, volume 24 jam Rp36,82M), sedangkan HumidiFi diperdagangkan di Rp1.243 (kapitalisasi pasar Rp212,22M, volume 24 jam Rp53,75M). Perbedaan utamanya: dYdX jauh lebih besar — sekitar 7,8× kapitalisasi pasar HumidiFi, dan suplai beredar dYdX 848,6M / 1B DYDX (85%) dibanding 170,7M / 1B WET (18%) milik HumidiFi. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan dYdX selama 56 Hari dan HumidiFi selama 7 Hari.
| DYDX | WET | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,66T | Rp212,22M |
Volume (24h) | Rp36,82M | Rp53,75M |
Suplai yang Beredar | 848,6M / 1B DYDX (85%) | 170,7M / 1B WET (18%) |
Typical Hold Time | 56 Hari | 7 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
DYDX (dYdX) adalah token tata kelola untuk protokol lapisan 2 dari pertukaran mata uang kripto terdesentralisasi non-kustodial eponymous. Dengan platform sumber terbuka dengan fungsi kontrak pintar, dYdX dirancang bagi pengguna untuk meminjamkan, meminjam, dan memperdagangkan aset kripto. dYdX mendukung perdagangan spot, namun fokus utama platform ini adalah pada perdagangan derivatif dan margin.
Selengkapnya di halaman DYDX →HumidiFi adalah DEX terbesar di Solana berdasarkan volume, memproses lebih dari $1 miliar per hari dan mencatat sekitar 35% aktivitas spot di jaringan. Sebagai “prop AMM”, platform ini menggabungkan eksekusi on-chain dengan logika market-making institusional untuk menghadirkan spread lebih ketat, likuiditas lebih dalam, dan eksekusi lebih optimal dibandingkan DEX atau CEX pada umumnya.
Selengkapnya di halaman WET →