Perbedaan dYdX dan Tensor: dYdX diperdagangkan di Rp2.310 (kapitalisasi pasar Rp1,95T, volume 24 jam Rp103,48M), sedangkan Tensor diperdagangkan di Rp562,58 (kapitalisasi pasar Rp273,65M, volume 24 jam Rp190,44M). Perbedaan utamanya: dYdX jauh lebih besar — sekitar 7,1× kapitalisasi pasar Tensor, dan suplai dYdX dibatasi (848,6M / 1B DYDX (85%)), sedangkan Tensor terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan dYdX selama 55 Hari dan Tensor selama 34 Hari.
| DYDX | TNSR | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,95T | Rp273,65M |
Volume (24h) | Rp103,48M | Rp190,44M |
Suplai yang Beredar | 848,6M / 1B DYDX (85%) | 487,8M TNSR |
Typical Hold Time | 55 Hari | 34 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
DYDX (dYdX) adalah token tata kelola untuk protokol lapisan 2 dari pertukaran mata uang kripto terdesentralisasi non-kustodial eponymous. Dengan platform sumber terbuka dengan fungsi kontrak pintar, dYdX dirancang bagi pengguna untuk meminjamkan, meminjam, dan memperdagangkan aset kripto. dYdX mendukung perdagangan spot, namun fokus utama platform ini adalah pada perdagangan derivatif dan margin.
Selengkapnya di halaman DYDX →Tensor adalah pasar NFT terbesar di Solana: 60-70% dari volume NFT Solana mengalir melalui protokol pasar Tensor setiap hari. Tensor diluncurkan pada bulan Juli 2022 dan mendapatkan momentum karena menawarkan pengalaman perdagangan NFT yang cepat dan profesional di Solana. Dalam waktu kurang dari setahun, Tensor dengan cepat naik ke posisi #1 sebagai pasar NFT teratas. Sejak itu, sebagian besar kolektor dan pedagang NFT Solana menggunakan Tensor sebagai pasar NFT harian mereka karena menyediakan cakupan terluas dari proyek NFT terbaru di Solana.
Selengkapnya di halaman TNSR →