Perbedaan dYdX dan Telos: dYdX diperdagangkan di Rp2.310 (kapitalisasi pasar Rp1,95T, volume 24 jam Rp103,48M), sedangkan Telos diperdagangkan di Rp231,36 (kapitalisasi pasar Rp103,98M, volume 24 jam Rp19,22M). Perbedaan utamanya: dYdX jauh lebih besar — sekitar 18,8× kapitalisasi pasar Telos, dan suplai dYdX dibatasi (848,6M / 1B DYDX (85%)), sedangkan Telos terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan dYdX selama 55 Hari dan Telos selama 7 Hari.
| DYDX | TLOS | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,95T | Rp103,98M |
Volume (24h) | Rp103,48M | Rp19,22M |
Suplai yang Beredar | 848,6M / 1B DYDX (85%) | 450,7M TLOS |
Typical Hold Time | 55 Hari | 7 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
DYDX (dYdX) adalah token tata kelola untuk protokol lapisan 2 dari pertukaran mata uang kripto terdesentralisasi non-kustodial eponymous. Dengan platform sumber terbuka dengan fungsi kontrak pintar, dYdX dirancang bagi pengguna untuk meminjamkan, meminjam, dan memperdagangkan aset kripto. dYdX mendukung perdagangan spot, namun fokus utama platform ini adalah pada perdagangan derivatif dan margin.
Selengkapnya di halaman DYDX →Telos adalah blockchain Layer-1 berperforma tinggi yang mengutamakan skalabilitas, keamanan, dan kegunaan di dunia nyata. Dengan infrastruktur yang kompatibel dengan EVM, pengembang dapat menjalankan DApp berbasis Ethereum secara lebih cepat dan murah. TLOS adalah token utilitas asli untuk biaya gas, staking, dan tata kelola.
Selengkapnya di halaman TLOS →