Perbedaan dYdX dan Swell Network: dYdX diperdagangkan di Rp2.310 (kapitalisasi pasar Rp1,95T, volume 24 jam Rp103,48M), sedangkan Swell Network diperdagangkan di Rp13,23 (kapitalisasi pasar Rp66,33M, volume 24 jam Rp32,31M). Perbedaan utamanya: dYdX jauh lebih besar — sekitar 29,4× kapitalisasi pasar Swell Network, dan suplai beredar dYdX 848,6M / 1B DYDX (85%) dibanding 5B / 10B SWELL (51%) milik Swell Network. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan dYdX selama 55 Hari dan Swell Network selama 20 Hari.
| DYDX | SWELL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,95T | Rp66,33M |
Volume (24h) | Rp103,48M | Rp32,31M |
Suplai yang Beredar | 848,6M / 1B DYDX (85%) | 5B / 10B SWELL (51%) |
Typical Hold Time | 55 Hari | 20 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Berita terbaru kedua aset
DYDX (dYdX) adalah token tata kelola untuk protokol lapisan 2 dari pertukaran mata uang kripto terdesentralisasi non-kustodial eponymous. Dengan platform sumber terbuka dengan fungsi kontrak pintar, dYdX dirancang bagi pengguna untuk meminjamkan, meminjam, dan memperdagangkan aset kripto. dYdX mendukung perdagangan spot, namun fokus utama platform ini adalah pada perdagangan derivatif dan margin.
Selengkapnya di halaman DYDX →Swell Network adalah protokol liquid staking terdesentralisasi dan non-kustodian untuk Ethereum. Protokol ini mempermudah akses ke peluang DeFi sambil menjaga prinsip desentralisasi dan kebebasan dari sensor.
Selengkapnya di halaman SWELL →