Perbedaan dYdX dan SubQuery Network: dYdX diperdagangkan di Rp1.957 (kapitalisasi pasar Rp1,66T, volume 24 jam Rp34,93M), sedangkan SubQuery Network diperdagangkan di Rp11,56 (kapitalisasi pasar Rp32,83M, volume 24 jam Rp6,53M). Perbedaan utamanya: dYdX jauh lebih besar — sekitar 50,6× kapitalisasi pasar SubQuery Network, dan suplai dYdX dibatasi (848,6M / 1B DYDX (85%)), sedangkan SubQuery Network terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan dYdX selama 56 Hari dan SubQuery Network selama 3 Hari.
| DYDX | SQT | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,66T | Rp32,83M |
Volume (24h) | Rp34,93M | Rp6,53M |
Suplai yang Beredar | 848,6M / 1B DYDX (85%) | 3,3B SQT |
Typical Hold Time | 56 Hari | 3 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
DYDX (dYdX) adalah token tata kelola untuk protokol lapisan 2 dari pertukaran mata uang kripto terdesentralisasi non-kustodial eponymous. Dengan platform sumber terbuka dengan fungsi kontrak pintar, dYdX dirancang bagi pengguna untuk meminjamkan, meminjam, dan memperdagangkan aset kripto. dYdX mendukung perdagangan spot, namun fokus utama platform ini adalah pada perdagangan derivatif dan margin.
Selengkapnya di halaman DYDX →SubQuery adalah jaringan desentralisasi yang memberikan infrastruktur dan alat penting bagi pengembang aplikasi Web3. Jaringan SubQuery memudahkan pengembang membangun dan mengembangkan aplikasi terdesentralisasi (dApp) dengan menyediakan rangkaian solusi yang lengkap.
Selengkapnya di halaman SQT →