Perbedaan dYdX dan MyShell: dYdX diperdagangkan di Rp1.967 (kapitalisasi pasar Rp1,67T, volume 24 jam Rp64,62M), sedangkan MyShell diperdagangkan di Rp355,46 (kapitalisasi pasar Rp144,72M, volume 24 jam Rp84,58M). Perbedaan utamanya: dYdX jauh lebih besar — sekitar 11,5× kapitalisasi pasar MyShell, dan suplai beredar dYdX 848,6M / 1B DYDX (85%) dibanding 409,1M / 1B SHELL (41%) milik MyShell. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan dYdX selama 56 Hari dan MyShell selama 21 Hari.
| DYDX | SHELL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,67T | Rp144,72M |
Volume (24h) | Rp64,62M | Rp84,58M |
Suplai yang Beredar | 848,6M / 1B DYDX (85%) | 409,1M / 1B SHELL (41%) |
Typical Hold Time | 56 Hari | 21 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
DYDX (dYdX) adalah token tata kelola untuk protokol lapisan 2 dari pertukaran mata uang kripto terdesentralisasi non-kustodial eponymous. Dengan platform sumber terbuka dengan fungsi kontrak pintar, dYdX dirancang bagi pengguna untuk meminjamkan, meminjam, dan memperdagangkan aset kripto. dYdX mendukung perdagangan spot, namun fokus utama platform ini adalah pada perdagangan derivatif dan margin.
Selengkapnya di halaman DYDX →MyShell adalah platform ramah pengguna yang memungkinkan siapa pun untuk membuat, membagikan, dan memiliki agen AI. Platform ini menghubungkan AI dan blockchain melalui kerangka kerja agen, model open-source, dan komunitas kreator AI. MyShell juga menawarkan hiburan dan utilitas berbasis AI, sambil memberikan kepemilikan bersama kepada penggunanya.
Selengkapnya di halaman SHELL →