Perbedaan dYdX dan Saros: dYdX diperdagangkan di Rp2.310 (kapitalisasi pasar Rp1,95T, volume 24 jam Rp103,48M), sedangkan Saros diperdagangkan di Rp7,85 (kapitalisasi pasar Rp27,62M, volume 24 jam Rp10,24M). Perbedaan utamanya: dYdX jauh lebih besar — sekitar 70,6× kapitalisasi pasar Saros, dan suplai beredar dYdX 848,6M / 1B DYDX (85%) dibanding 3,5B / 10B SAROS (36%) milik Saros. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan dYdX selama 55 Hari dan Saros selama 21 Hari.
| DYDX | SAROS | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,95T | Rp27,62M |
Volume (24h) | Rp103,48M | Rp10,24M |
Suplai yang Beredar | 848,6M / 1B DYDX (85%) | 3,5B / 10B SAROS (36%) |
Typical Hold Time | 55 Hari | 21 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
DYDX (dYdX) adalah token tata kelola untuk protokol lapisan 2 dari pertukaran mata uang kripto terdesentralisasi non-kustodial eponymous. Dengan platform sumber terbuka dengan fungsi kontrak pintar, dYdX dirancang bagi pengguna untuk meminjamkan, meminjam, dan memperdagangkan aset kripto. dYdX mendukung perdagangan spot, namun fokus utama platform ini adalah pada perdagangan derivatif dan margin.
Selengkapnya di halaman DYDX →Saros adalah platform identitas digital dan super app di blockchain Solana. Dimulai dengan SarosSwap DEX, Saros kini berkembang menjadi ekosistem Web3 lengkap. Dompet non-kustodialnya menawarkan Social Login, Watch-only mode, dan dompet hibrida NFC untuk keamanan dan kenyamanan lebih baik. Dompet ini juga terintegrasi dengan SolanaPay untuk transaksi cepat melalui modul pembayaran internal.
Selengkapnya di halaman SAROS →