Perbedaan dYdX dan Ordinals: dYdX diperdagangkan di Rp2.307 (kapitalisasi pasar Rp1,94T, volume 24 jam Rp103,8M), sedangkan Ordinals diperdagangkan di Rp64.522 (kapitalisasi pasar Rp1,34T, volume 24 jam Rp274,95M). Perbedaan utamanya: dYdX lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar dYdX 848,6M / 1B DYDX (85%) dibanding 21M / 21M ORDI (100%) milik Ordinals. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan dYdX selama 55 Hari dan Ordinals selama 35 Hari.
| DYDX | ORDI | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,94T | Rp1,34T |
Volume (24h) | Rp103,8M | Rp274,95M |
Suplai yang Beredar | 848,6M / 1B DYDX (85%) | 21M / 21M ORDI (100%) |
Typical Hold Time | 55 Hari | 35 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
DYDX (dYdX) adalah token tata kelola untuk protokol lapisan 2 dari pertukaran mata uang kripto terdesentralisasi non-kustodial eponymous. Dengan platform sumber terbuka dengan fungsi kontrak pintar, dYdX dirancang bagi pengguna untuk meminjamkan, meminjam, dan memperdagangkan aset kripto. dYdX mendukung perdagangan spot, namun fokus utama platform ini adalah pada perdagangan derivatif dan margin.
Selengkapnya di halaman DYDX →Protokol Ordinals menuliskan informasi ke setiap satoshi (juga dikenal sebagai sat, unit terkecil Bitcoin), seperti teks, gambar, audio, video, dll. Karena batasan ukuran blok Bitcoin, informasi utama untuk inscription (minting) Bitcoin berupa teks dan gambar, dalam bentuk NFT dan token.
Selengkapnya di halaman ORDI →