Perbedaan dYdX dan Neon EVM: dYdX diperdagangkan di Rp2.307 (kapitalisasi pasar Rp1,94T, volume 24 jam Rp103,8M), sedangkan Neon EVM diperdagangkan di Rp331,96 (kapitalisasi pasar Rp79,1M, volume 24 jam Rp7,35M). Perbedaan utamanya: dYdX jauh lebih besar — sekitar 24,5× kapitalisasi pasar Neon EVM, dan suplai beredar dYdX 848,6M / 1B DYDX (85%) dibanding 239,5M / 1B NEON (24%) milik Neon EVM. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan dYdX selama 55 Hari dan Neon EVM selama 17 Hari.
| DYDX | NEON | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,94T | Rp79,1M |
Volume (24h) | Rp103,8M | Rp7,35M |
Suplai yang Beredar | 848,6M / 1B DYDX (85%) | 239,5M / 1B NEON (24%) |
Typical Hold Time | 55 Hari | 17 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Berita terbaru kedua aset
DYDX (dYdX) adalah token tata kelola untuk protokol lapisan 2 dari pertukaran mata uang kripto terdesentralisasi non-kustodial eponymous. Dengan platform sumber terbuka dengan fungsi kontrak pintar, dYdX dirancang bagi pengguna untuk meminjamkan, meminjam, dan memperdagangkan aset kripto. dYdX mendukung perdagangan spot, namun fokus utama platform ini adalah pada perdagangan derivatif dan margin.
Selengkapnya di halaman DYDX →Neon EVM adalah platform smart contract di Solana yang menggunakan konsensus proof-of-history untuk keamanan tambahan. Meski kadang mengalami downtime, solusi diperkirakan dalam enam bulan. Dengan lebih dari 200 proyek yang siap diluncurkan, termasuk proyek berbasis Ethereum seperti Curve dan Sobal, Neon EVM bertujuan meningkatkan interoperabilitas dan integrasi dengan alat Ethereum utama di masa depan.
Selengkapnya di halaman NEON →