Perbedaan dYdX dan Neo: dYdX diperdagangkan di Rp1.966 (kapitalisasi pasar Rp1,66T, volume 24 jam Rp36,82M), sedangkan Neo diperdagangkan di Rp30.147 (kapitalisasi pasar Rp2,12T, volume 24 jam Rp66,27M). Perbedaan utamanya: Neo lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai dYdX dibatasi (848,6M / 1B DYDX (85%)), sedangkan Neo terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan dYdX selama 56 Hari dan Neo selama 94 Hari.
| DYDX | NEO | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,66T | Rp2,12T |
Volume (24h) | Rp36,82M | Rp66,27M |
Suplai yang Beredar | 848,6M / 1B DYDX (85%) | 70,5M NEO |
Typical Hold Time | 56 Hari | 94 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
DYDX (dYdX) adalah token tata kelola untuk protokol lapisan 2 dari pertukaran mata uang kripto terdesentralisasi non-kustodial eponymous. Dengan platform sumber terbuka dengan fungsi kontrak pintar, dYdX dirancang bagi pengguna untuk meminjamkan, meminjam, dan memperdagangkan aset kripto. dYdX mendukung perdagangan spot, namun fokus utama platform ini adalah pada perdagangan derivatif dan margin.
Selengkapnya di halaman DYDX →Neo adalah platform kontrak pintar, mirip dengan Ethereum, yang dibuat di China. Neo melabelkan diri sebagai ekosistem yang “tumbuh dan berkembang pesat” dengan tujuan untuk menjadi fondasi bagi generasi internet berikutnya — sebuah ekonomi baru di mana pembayaran, identitas, dan aset digital bersatu.
Selengkapnya di halaman NEO →