Perbedaan dYdX dan IOTA: dYdX diperdagangkan di Rp2.307 (kapitalisasi pasar Rp1,94T, volume 24 jam Rp103,8M), sedangkan IOTA diperdagangkan di Rp667,5 (kapitalisasi pasar Rp3,02T, volume 24 jam Rp135,38M). Perbedaan utamanya: IOTA lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai dYdX dibatasi (848,6M / 1B DYDX (85%)), sedangkan IOTA terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan dYdX selama 55 Hari dan IOTA selama 48 Hari.
| DYDX | MIOTA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,94T | Rp3,02T |
Volume (24h) | Rp103,8M | Rp135,38M |
Suplai yang Beredar | 848,6M / 1B DYDX (85%) | 4,5B MIOTA |
Typical Hold Time | 55 Hari | 48 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
DYDX (dYdX) adalah token tata kelola untuk protokol lapisan 2 dari pertukaran mata uang kripto terdesentralisasi non-kustodial eponymous. Dengan platform sumber terbuka dengan fungsi kontrak pintar, dYdX dirancang bagi pengguna untuk meminjamkan, meminjam, dan memperdagangkan aset kripto. dYdX mendukung perdagangan spot, namun fokus utama platform ini adalah pada perdagangan derivatif dan margin.
Selengkapnya di halaman DYDX →IOTA adalah ledger terdistribusi dengan sebuah perbedaan signifikan: ini bukanlah sebuah blockchain. Melainkan, teknologi tersendiri yang dikenal sebagai Tangle, sebuah sistem node untuk mengkonfirmasi transaksi. Yayasan yang mengelola platform ini mengatakan IOTA menawarkan kecepatan yang melebihi blockchain konvensional serta landasan ideal bagi ekosistem Internet of Things yang terus berkembang.
Selengkapnya di halaman MIOTA →