Perbedaan dYdX dan Merlin Chain: dYdX diperdagangkan di Rp2.301 (kapitalisasi pasar Rp1,95T, volume 24 jam Rp102,74M), sedangkan Merlin Chain diperdagangkan di Rp309,27 (kapitalisasi pasar Rp406,04M, volume 24 jam Rp49,69M). Perbedaan utamanya: dYdX jauh lebih besar — sekitar 4,8× kapitalisasi pasar Merlin Chain, dan suplai beredar dYdX 848,6M / 1B DYDX (85%) dibanding 1,3B / 2,1B MERL (63%) milik Merlin Chain. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan dYdX selama 55 Hari dan Merlin Chain selama 9 Hari.
| DYDX | MERL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,95T | Rp406,04M |
Volume (24h) | Rp102,74M | Rp49,69M |
Suplai yang Beredar | 848,6M / 1B DYDX (85%) | 1,3B / 2,1B MERL (63%) |
Typical Hold Time | 55 Hari | 9 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
DYDX saat ini diperdagangkan di Rp2.309,93 dengan kapitalisasi pasar Rp1,95 triliun, menunjukkan sinyal teknis bearish jangka pendek berdasarkan moving averages. Token ini memiliki supply maksimum 1 juta dengan 85% sudah beredar dan rata-rata hold time 55 hari. Meskipun indikator osilator netral, tekanan jual masih dominan dengan support kunci di Rp2.165 dan resistance di Rp2.557.
Outlook keseluruhan menunjukkan tekanan bearish jangka pendek dengan peluang rebound dari level support, namun risiko volatilitas tinggi dan sentimen pasar yang berhati-hati memerlukan kehati-hatian investor. Perkembangan ekosistem dan adopsi protocol menjadi faktor kunci untuk pemulihan harga jangka panjang.
Merlin Chain (MERL) menunjukkan tekanan jual signifikan dengan sinyal teknis bearish dari moving averages, meskipun RSI jangka pendek mengindikasikan oversold. Token ini diperdagangkan di Rp311,48 dengan market cap Rp405,88 juta dan supply yang beredar 63%. Tidak ada update protokol atau perkembangan ekosistem besar yang dilaporkan.
Outlook keseluruhan bearish dengan risiko volatilitas tinggi. Peluang muncul dari level support kuat di Rp284, namun investor harus waspada terhadap likuiditas terbatas dan tekanan jual berkelanjutan. Risiko utama termasuk volatilitas crypto dan kurangnya perkembangan fundamental.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
DYDX (dYdX) adalah token tata kelola untuk protokol lapisan 2 dari pertukaran mata uang kripto terdesentralisasi non-kustodial eponymous. Dengan platform sumber terbuka dengan fungsi kontrak pintar, dYdX dirancang bagi pengguna untuk meminjamkan, meminjam, dan memperdagangkan aset kripto. dYdX mendukung perdagangan spot, namun fokus utama platform ini adalah pada perdagangan derivatif dan margin.
Selengkapnya di halaman DYDX →Merlin Chain adalah solusi Layer 2 untuk Bitcoin yang mengintegrasikan jaringan ZK-Rollup, jaringan oracle terdesentralisasi, dan fraud proofs. Tujuannya adalah meningkatkan aset, protokol, dan aplikasi Layer 1 Bitcoin, mendorong inovasi, dan memaksimalkan potensi aset di Layer 2. Token asli, MERL, digunakan untuk staking guna mendukung keamanan Merlin Chain.
Selengkapnya di halaman MERL →