Perbedaan dYdX dan LimeWire: dYdX diperdagangkan di Rp2.307 (kapitalisasi pasar Rp1,94T, volume 24 jam Rp103,8M), sedangkan LimeWire diperdagangkan di Rp178,9 (kapitalisasi pasar Rp107M, volume 24 jam Rp34,93M). Perbedaan utamanya: dYdX jauh lebih besar — sekitar 18,1× kapitalisasi pasar LimeWire, dan suplai beredar dYdX 848,6M / 1B DYDX (85%) dibanding 604M / 633M LMWR (96%) milik LimeWire. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan dYdX selama 55 Hari dan LimeWire selama 15 Hari.
| DYDX | LMWR | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,94T | Rp107M |
Volume (24h) | Rp103,8M | Rp34,93M |
Suplai yang Beredar | 848,6M / 1B DYDX (85%) | 604M / 633M LMWR (96%) |
Typical Hold Time | 55 Hari | 15 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
DYDX (dYdX) adalah token tata kelola untuk protokol lapisan 2 dari pertukaran mata uang kripto terdesentralisasi non-kustodial eponymous. Dengan platform sumber terbuka dengan fungsi kontrak pintar, dYdX dirancang bagi pengguna untuk meminjamkan, meminjam, dan memperdagangkan aset kripto. dYdX mendukung perdagangan spot, namun fokus utama platform ini adalah pada perdagangan derivatif dan margin.
Selengkapnya di halaman DYDX →LimeWire adalah platform konten berbasis AI yang menghidupkan kembali brand peer-to-peer ikonik dari tahun 2000-an. Diluncurkan kembali pada 2022, LimeWire menghadirkan cara baru untuk berbagi, mencipta, dan berkolaborasi dengan dukungan AI. Di pusat ekosistemnya terdapat Token LimeWire (LMWR) yang berfungsi sebagai metode pembayaran dan reward sekaligus menggerakkan Blocknode, marketplace infrastruktur GPU terdesentralisasi (DePIN) milik LimeWire.
Selengkapnya di halaman LMWR →