Perbedaan dYdX dan Solayer: dYdX diperdagangkan di Rp2.307 (kapitalisasi pasar Rp1,94T, volume 24 jam Rp103,8M), sedangkan Solayer diperdagangkan di Rp1.174 (kapitalisasi pasar Rp543,83M, volume 24 jam Rp194,02M). Perbedaan utamanya: dYdX jauh lebih besar — sekitar 3,6× kapitalisasi pasar Solayer, dan suplai dYdX dibatasi (848,6M / 1B DYDX (85%)), sedangkan Solayer terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan dYdX selama 55 Hari dan Solayer selama 33 Hari.
| DYDX | LAYER | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,94T | Rp543,83M |
Volume (24h) | Rp103,8M | Rp194,02M |
Suplai yang Beredar | 848,6M / 1B DYDX (85%) | 466,1M LAYER |
Typical Hold Time | 55 Hari | 33 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
DYDX (dYdX) adalah token tata kelola untuk protokol lapisan 2 dari pertukaran mata uang kripto terdesentralisasi non-kustodial eponymous. Dengan platform sumber terbuka dengan fungsi kontrak pintar, dYdX dirancang bagi pengguna untuk meminjamkan, meminjam, dan memperdagangkan aset kripto. dYdX mendukung perdagangan spot, namun fokus utama platform ini adalah pada perdagangan derivatif dan margin.
Selengkapnya di halaman DYDX →Solayer adalah blockchain pertama yang menggunakan chip perangkat keras khusus untuk mencapai lebih dari 1 juta transaksi per detik dan kecepatan jaringan ultra-cepat. Arsitektur InfiniSVM menggunakan teknologi canggih seperti SDN, RDMA, dan InfiniBand untuk meningkatkan kinerja dan mengurangi latensi. Ini memungkinkan aplikasi blockchain hampir instan dengan skala besar.
Selengkapnya di halaman LAYER →