Perbedaan dYdX dan Layer3: dYdX diperdagangkan di Rp1.966 (kapitalisasi pasar Rp1,66T, volume 24 jam Rp36,82M), sedangkan Layer3 diperdagangkan di Rp72,93 (kapitalisasi pasar Rp107,99M, volume 24 jam Rp13,43M). Perbedaan utamanya: dYdX jauh lebih besar — sekitar 15,4× kapitalisasi pasar Layer3, dan suplai beredar dYdX 848,6M / 1B DYDX (85%) dibanding 1,5B / 3,3B L3 (45%) milik Layer3. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan dYdX selama 56 Hari dan Layer3 selama 9 Hari.
| DYDX | L3 | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,66T | Rp107,99M |
Volume (24h) | Rp36,82M | Rp13,43M |
Suplai yang Beredar | 848,6M / 1B DYDX (85%) | 1,5B / 3,3B L3 (45%) |
Typical Hold Time | 56 Hari | 9 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
DYDX (dYdX) adalah token tata kelola untuk protokol lapisan 2 dari pertukaran mata uang kripto terdesentralisasi non-kustodial eponymous. Dengan platform sumber terbuka dengan fungsi kontrak pintar, dYdX dirancang bagi pengguna untuk meminjamkan, meminjam, dan memperdagangkan aset kripto. dYdX mendukung perdagangan spot, namun fokus utama platform ini adalah pada perdagangan derivatif dan margin.
Selengkapnya di halaman DYDX →Layer3 adalah token multi-utilitas dengan total pasokan 3.333.333.333 token, dirancang untuk mendukung ekosistem staking dengan hadiah berlapis dan mekanisme burn. Pengguna dapat melakukan staking L3 untuk memperoleh penghasilan pasif dan membuka token tata kelola tambahan (misalnya OP, ARB) melalui partisipasi aktif. Membakar token L3 memberikan akses ke jaringan Layer3, memungkinkan pengguna memposting quest, dan menggunakan CUBE credentials—identitas unik untuk pencapaian omnichain. Token yang dibakar juga memberikan berbagai keuntungan di ekosistem mitra, seperti akses awal, diskon biaya, NFT eksklusif, dan lainnya.
Selengkapnya di halaman L3 →