Perbedaan dYdX dan Hyperlane: dYdX diperdagangkan di Rp1.967 (kapitalisasi pasar Rp1,67T, volume 24 jam Rp64,62M), sedangkan Hyperlane diperdagangkan di Rp1.132 (kapitalisasi pasar Rp444,28M, volume 24 jam Rp174,23M). Perbedaan utamanya: dYdX jauh lebih besar — sekitar 3,8× kapitalisasi pasar Hyperlane, dan suplai beredar dYdX 848,6M / 1B DYDX (85%) dibanding 393,2M / 1B HYPER (40%) milik Hyperlane. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan dYdX selama 56 Hari dan Hyperlane selama 31 Hari.
| DYDX | HYPER | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,67T | Rp444,28M |
Volume (24h) | Rp64,62M | Rp174,23M |
Suplai yang Beredar | 848,6M / 1B DYDX (85%) | 393,2M / 1B HYPER (40%) |
Typical Hold Time | 56 Hari | 31 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
DYDX (dYdX) adalah token tata kelola untuk protokol lapisan 2 dari pertukaran mata uang kripto terdesentralisasi non-kustodial eponymous. Dengan platform sumber terbuka dengan fungsi kontrak pintar, dYdX dirancang bagi pengguna untuk meminjamkan, meminjam, dan memperdagangkan aset kripto. dYdX mendukung perdagangan spot, namun fokus utama platform ini adalah pada perdagangan derivatif dan margin.
Selengkapnya di halaman DYDX →Hyperlane adalah lapisan interoperabilitas inovatif yang dirancang untuk menghubungkan ekosistem blockchain modular, memungkinkan komunikasi lintas jaringan seperti Layer 1, rollup, dan app-chain secara mulus. Dengan pendekatan deployment tanpa izin (permissionless), Hyperlane memudahkan pengembang dalam menjembatani berbagai chain, sekaligus menawarkan model keamanan yang dapat disesuaikan sesuai kebutuhan aplikasi mereka.
Selengkapnya di halaman HYPER →