Perbedaan dYdX dan Holo: dYdX diperdagangkan di Rp2.315 (kapitalisasi pasar Rp1,95T, volume 24 jam Rp103,48M), sedangkan Holo diperdagangkan di Rp6,51 (kapitalisasi pasar Rp1,14T, volume 24 jam Rp298,49M). Perbedaan utamanya: dYdX lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai dYdX dibatasi (848,6M / 1B DYDX (85%)), sedangkan Holo terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan dYdX selama 55 Hari dan Holo selama 159 Hari.
| DYDX | HOT | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,95T | Rp1,14T |
Volume (24h) | Rp103,48M | Rp298,49M |
Suplai yang Beredar | 848,6M / 1B DYDX (85%) | 176,4B HOT |
Typical Hold Time | 55 Hari | 159 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
DYDX (dYdX) adalah token tata kelola untuk protokol lapisan 2 dari pertukaran mata uang kripto terdesentralisasi non-kustodial eponymous. Dengan platform sumber terbuka dengan fungsi kontrak pintar, dYdX dirancang bagi pengguna untuk meminjamkan, meminjam, dan memperdagangkan aset kripto. dYdX mendukung perdagangan spot, namun fokus utama platform ini adalah pada perdagangan derivatif dan margin.
Selengkapnya di halaman DYDX →Holo adalah platform terdistribusi peer-to-peer untuk menampung aplikasi terdesentralisasi yang dibangun menggunakan Holochain, kerangka kerja untuk mengembangkan DApps yang tidak memerlukan penggunaan teknologi blockchain. Holo dirancang sebagai jembatan antara Holochain, yang mewakili dunia teknologi kripto, dan pengguna sehari-hari. Proyek ini menyoroti beberapa inovasi yang dikatakannya akan "memungkinkan perubahan besar dalam lanskap aplikasi dan mata uang kripto," termasuk kemampuan untuk meng-host aplikasi P2P di internet untuk pengguna mainstream.
Selengkapnya di halaman HOT →