Perbedaan dYdX dan Haedal Protocol: dYdX diperdagangkan di Rp2.310 (kapitalisasi pasar Rp1,95T, volume 24 jam Rp103,48M), sedangkan Haedal Protocol diperdagangkan di Rp288,34 (kapitalisasi pasar Rp131,12M, volume 24 jam Rp28,74M). Perbedaan utamanya: dYdX jauh lebih besar — sekitar 14,9× kapitalisasi pasar Haedal Protocol, dan suplai beredar dYdX 848,6M / 1B DYDX (85%) dibanding 454,2M / 1B HAEDAL (46%) milik Haedal Protocol. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan dYdX selama 55 Hari dan Haedal Protocol selama 14 Hari.
| DYDX | HAEDAL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,95T | Rp131,12M |
Volume (24h) | Rp103,48M | Rp28,74M |
Suplai yang Beredar | 848,6M / 1B DYDX (85%) | 454,2M / 1B HAEDAL (46%) |
Typical Hold Time | 55 Hari | 14 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Berita terbaru kedua aset
DYDX (dYdX) adalah token tata kelola untuk protokol lapisan 2 dari pertukaran mata uang kripto terdesentralisasi non-kustodial eponymous. Dengan platform sumber terbuka dengan fungsi kontrak pintar, dYdX dirancang bagi pengguna untuk meminjamkan, meminjam, dan memperdagangkan aset kripto. dYdX mendukung perdagangan spot, namun fokus utama platform ini adalah pada perdagangan derivatif dan margin.
Selengkapnya di halaman DYDX →Haedal adalah protokol liquid staking terkemuka yang dibangun secara native di jaringan Sui. Protokol ini menyediakan infrastruktur yang kuat, memungkinkan pengguna untuk melakukan staking token SUI dan Walrus ke validator guna memperoleh imbal hasil konsensus secara berkelanjutan, sekaligus membuka likuiditas LST yang dapat dimanfaatkan di berbagai ekosistem DeFi. Haedal bertujuan menjadi tempat utama bagi pengguna untuk staking dan mendapatkan imbal hasil di ekosistem Sui.
Selengkapnya di halaman HAEDAL →