Perbedaan dYdX dan GT Protocol: dYdX diperdagangkan di Rp2.310 (kapitalisasi pasar Rp1,95T, volume 24 jam Rp103,48M), sedangkan GT Protocol diperdagangkan di Rp143,42 (kapitalisasi pasar Rp9,97M, volume 24 jam Rp3,76M). Perbedaan utamanya: dYdX jauh lebih besar — sekitar 195,6× kapitalisasi pasar GT Protocol, dan suplai beredar dYdX 848,6M / 1B DYDX (85%) dibanding 68,8M / 75M GTAI (92%) milik GT Protocol. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan dYdX selama 55 Hari dan GT Protocol selama 16 Hari.
| DYDX | GTAI | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,95T | Rp9,97M |
Volume (24h) | Rp103,48M | Rp3,76M |
Suplai yang Beredar | 848,6M / 1B DYDX (85%) | 68,8M / 75M GTAI (92%) |
Typical Hold Time | 55 Hari | 16 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
DYDX (dYdX) adalah token tata kelola untuk protokol lapisan 2 dari pertukaran mata uang kripto terdesentralisasi non-kustodial eponymous. Dengan platform sumber terbuka dengan fungsi kontrak pintar, dYdX dirancang bagi pengguna untuk meminjamkan, meminjam, dan memperdagangkan aset kripto. dYdX mendukung perdagangan spot, namun fokus utama platform ini adalah pada perdagangan derivatif dan margin.
Selengkapnya di halaman DYDX →Protokol GT menghadirkan ekosistem kuat yang menggabungkan protokol investasi untuk manajemen dana Web3 terdesentralisasi dengan Teknologi Eksekusi AI Blockchain, semuanya dapat diakses melalui GT API SDK. Ekosistem ini mencakup GT APP, platform investasi Web3 yang telah menarik pengguna terdaftar. GT Protocol juga telah mencapai tonggak penting, seperti menjadi broker resmi untuk Binance dan menjalin kemitraan dengan blockchain TRON.
Selengkapnya di halaman GTAI →