Perbedaan dYdX dan GMX: dYdX diperdagangkan di Rp2.307 (kapitalisasi pasar Rp1,96T, volume 24 jam Rp104,43M), sedangkan GMX diperdagangkan di Rp101.845 (kapitalisasi pasar Rp1,06T, volume 24 jam Rp49,26M). Perbedaan utamanya: dYdX lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar dYdX 848,6M / 1B DYDX (85%) dibanding 10,4M / 13,3M GMX (79%) milik GMX. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan dYdX selama 55 Hari dan GMX selama 45 Hari.
| DYDX | GMX | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,96T | Rp1,06T |
Volume (24h) | Rp104,43M | Rp49,26M |
Suplai yang Beredar | 848,6M / 1B DYDX (85%) | 10,4M / 13,3M GMX (79%) |
Typical Hold Time | 55 Hari | 45 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Berita terbaru kedua aset
DYDX (dYdX) adalah token tata kelola untuk protokol lapisan 2 dari pertukaran mata uang kripto terdesentralisasi non-kustodial eponymous. Dengan platform sumber terbuka dengan fungsi kontrak pintar, dYdX dirancang bagi pengguna untuk meminjamkan, meminjam, dan memperdagangkan aset kripto. dYdX mendukung perdagangan spot, namun fokus utama platform ini adalah pada perdagangan derivatif dan margin.
Selengkapnya di halaman DYDX →GMX merupakan decentralized exchange (DEX) untuk trading kontrak berjangka kripto perpetual dengan leverage hingga 50x untuk mata uang Kripto populer seperti BTC, ETH, dan lainnya. Platform ini diluncurkan pada September 2021 sebagai Gambit Exchange. Saat ini, GMX telah memiliki volume trading hingga $130M dengan 283rb pengguna, menjadikannya DEX derivatif terkemuka di Arbitrum dan Avalanche.
Selengkapnya di halaman GMX →