Perbedaan dYdX dan Gas: dYdX diperdagangkan di Rp1.968 (kapitalisasi pasar Rp1,67T, volume 24 jam Rp37,36M), sedangkan Gas diperdagangkan di Rp16.678 (kapitalisasi pasar Rp1,08T, volume 24 jam Rp20,36M). Perbedaan utamanya: dYdX lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai dYdX dibatasi (848,6M / 1B DYDX (85%)), sedangkan Gas terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan dYdX selama 56 Hari dan Gas selama 48 Hari.
| DYDX | GAS | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,67T | Rp1,08T |
Volume (24h) | Rp37,36M | Rp20,36M |
Suplai yang Beredar | 848,6M / 1B DYDX (85%) | 65M GAS |
Typical Hold Time | 56 Hari | 48 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
DYDX (dYdX) adalah token tata kelola untuk protokol lapisan 2 dari pertukaran mata uang kripto terdesentralisasi non-kustodial eponymous. Dengan platform sumber terbuka dengan fungsi kontrak pintar, dYdX dirancang bagi pengguna untuk meminjamkan, meminjam, dan memperdagangkan aset kripto. dYdX mendukung perdagangan spot, namun fokus utama platform ini adalah pada perdagangan derivatif dan margin.
Selengkapnya di halaman DYDX →GAS adalah token NEP-17 di Neo yang digunakan untuk menyelesaikan biaya transaksi jaringan Neo. Neo sendiri adalah blockchain Layer-1 yang memanfaatkan Neo Virtual Machine (NVM) untuk mengeksekusi kontrak pintar dan melayani pengalaman developer dengan mendukung berbagai bahasa pemrograman. Neo menggunakan mekanisme konsensus Byzantine Fault Tolerance (dBFT) yang didelegasikan untuk mencapai konsensus jaringan.
Selengkapnya di halaman GAS →