Perbedaan dYdX dan Flare: dYdX diperdagangkan di Rp1.964 (kapitalisasi pasar Rp1,66T, volume 24 jam Rp34,93M), sedangkan Flare diperdagangkan di Rp107,64 (kapitalisasi pasar Rp9,32T, volume 24 jam Rp31,61M). Perbedaan utamanya: Flare jauh lebih besar — sekitar 5,6× kapitalisasi pasar dYdX, dan suplai dYdX dibatasi (848,6M / 1B DYDX (85%)), sedangkan Flare terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan dYdX selama 56 Hari dan Flare selama 32 Hari.
| DYDX | FLR | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,66T | Rp9,32T |
Volume (24h) | Rp34,93M | Rp31,61M |
Suplai yang Beredar | 848,6M / 1B DYDX (85%) | 86,9B FLR |
Typical Hold Time | 56 Hari | 32 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
DYDX (dYdX) adalah token tata kelola untuk protokol lapisan 2 dari pertukaran mata uang kripto terdesentralisasi non-kustodial eponymous. Dengan platform sumber terbuka dengan fungsi kontrak pintar, dYdX dirancang bagi pengguna untuk meminjamkan, meminjam, dan memperdagangkan aset kripto. dYdX mendukung perdagangan spot, namun fokus utama platform ini adalah pada perdagangan derivatif dan margin.
Selengkapnya di halaman DYDX →Flare adalah blockchain Layer 1 berbasis EVM yang dirancang untuk meningkatkan kegunaan teknologi blockchain dengan menyediakan akses terdesentralisasi bagi pengembang ke data berkualitas tinggi dari berbagai blockchain dan internet. Kemampuan ini mendorong terciptanya kasus penggunaan baru dan model monetisasi, memungkinkan aplikasi terdesentralisasi (dApps) beroperasi di beberapa chain dengan satu kali penerapan.
Selengkapnya di halaman FLR →