Perbedaan dYdX dan Enso: dYdX diperdagangkan di Rp2.310 (kapitalisasi pasar Rp1,95T, volume 24 jam Rp103,48M), sedangkan Enso diperdagangkan di Rp12.716 (kapitalisasi pasar Rp261,95M, volume 24 jam Rp156,24M). Perbedaan utamanya: dYdX jauh lebih besar — sekitar 7,4× kapitalisasi pasar Enso, dan suplai beredar dYdX 848,6M / 1B DYDX (85%) dibanding 20,6M / 127,3M ENSO (17%) milik Enso. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan dYdX selama 55 Hari dan Enso selama 8 Hari.
| DYDX | ENSO | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,95T | Rp261,95M |
Volume (24h) | Rp103,48M | Rp156,24M |
Suplai yang Beredar | 848,6M / 1B DYDX (85%) | 20,6M / 127,3M ENSO (17%) |
Typical Hold Time | 55 Hari | 8 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Berita terbaru kedua aset
DYDX (dYdX) adalah token tata kelola untuk protokol lapisan 2 dari pertukaran mata uang kripto terdesentralisasi non-kustodial eponymous. Dengan platform sumber terbuka dengan fungsi kontrak pintar, dYdX dirancang bagi pengguna untuk meminjamkan, meminjam, dan memperdagangkan aset kripto. dYdX mendukung perdagangan spot, namun fokus utama platform ini adalah pada perdagangan derivatif dan margin.
Selengkapnya di halaman DYDX →Enso adalah protokol infrastruktur blockchain yang menyederhanakan pengembangan lintas chain melalui komponen dan logika eksekusi terstandarisasi. Protokol ini menghubungkan berbagai jaringan menggunakan Actions dan Shortcuts yang dapat digunakan ulang, sehingga developer tidak perlu membangun integrasi kompleks dari awal. Dengan arsitektur berbasis intent, pengguna cukup menentukan hasil yang diinginkan sementara Enso menangani proses routing dan eksekusi secara efisien di berbagai chain.
Selengkapnya di halaman ENSO →