Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Dyandra Media International Tbk. (DYAN) vs Jaya Agra Wattie Tbk (JAWA)

Dyandra Media International Tbk.Trading
Jaya Agra Wattie TbkTrading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Dyandra Media International Tbk. dan Jaya Agra Wattie Tbk: Dyandra Media International Tbk. diperdagangkan di Rp85 (kapitalisasi pasar 358,93 M, volume 24 jam 1,15 jt), sedangkan Jaya Agra Wattie Tbk diperdagangkan di Rp131 (kapitalisasi pasar 2,11 T, volume 24 jam 662,4 rb). Perbedaan utamanya: Jaya Agra Wattie Tbk jauh lebih besar — sekitar 5,9× kapitalisasi pasar Dyandra Media International Tbk., dan Dyandra Media International Tbk. lebih aktif diperdagangkan (1,15 jt vs 662,4 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

DYANJAWA
Kapitalisasi Pasar
358,93 M2,11 T
Volume
1,15 jt662,4 rb
Lot
11,48 rb6,62 rb
Perputaran
96,39 jt86,17 jt
Harga Rata-rata
83,93130,09
Nilai Transaksi
96,39 jt86,17 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
85131
Volume Ekuilibrium Indikatif
279

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

DYAN
Lihat detail
JAWA
Lihat detail

Tentang Dyandra Media International Tbk.

PT. Dyandra Media International Tbk (the Company) was established in Jakarta on July 24, 2007. The Company commenced its commercial operations in 2007. The Company is part of Dyandra Group. The Company, one of the leading and largest corporations in the industry MICE (Meeting, Incentive, Convention and Exhibition) in Indonesia.

Selengkapnya di halaman DYAN

Tentang Jaya Agra Wattie Tbk

PT Jaya Agra Wattie was founded with the name Handel Maatschappij J.A. Wattie and Company Limited. PT Jaya Agra Wattie (Persero) is one of private agribusiness corporations engaging in plantation, processing and agricultural logistics and marketing activities. Having 90 years of experience in the agriculture sector, the company continually strengthens its business base through a diversification approach by cultivating various premium plantations of primary raw commodities such as rubber, crude palm oil (CPO), coffee and tea.

Selengkapnya di halaman JAWA