Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Dyandra Media International Tbk. (DYAN) vs Jaya Agra Wattie Tbk (JAWA)

Dyandra Media International Tbk.Trading
Jaya Agra Wattie TbkTrading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Dyandra Media International Tbk. dan Jaya Agra Wattie Tbk: Dyandra Media International Tbk. diperdagangkan di Rp79 (kapitalisasi pasar 341,84 M, volume 24 jam 626,7 rb), sedangkan Jaya Agra Wattie Tbk diperdagangkan di Rp115 (kapitalisasi pasar 1,87 T, volume 24 jam 382 rb). Perbedaan utamanya: Jaya Agra Wattie Tbk jauh lebih besar — sekitar 5,5× kapitalisasi pasar Dyandra Media International Tbk., dan Dyandra Media International Tbk. lebih aktif diperdagangkan (626,7 rb vs 382 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

DYANJAWA
Kapitalisasi Pasar
341,84 M1,87 T
Volume
626,7 rb382 rb
Lot
6,27 rb3,82 rb
Perputaran
49,7 jt43,65 jt
Harga Rata-rata
79,3114,26
Nilai Transaksi
49,7 jt43,65 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
79115
Volume Ekuilibrium Indikatif
45294

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

DYAN
Lihat detail
JAWA
Lihat detail

Tentang Dyandra Media International Tbk.

PT. Dyandra Media International Tbk (the Company) was established in Jakarta on July 24, 2007. The Company commenced its commercial operations in 2007. The Company is part of Dyandra Group. The Company, one of the leading and largest corporations in the industry MICE (Meeting, Incentive, Convention and Exhibition) in Indonesia.

Selengkapnya di halaman DYAN

Tentang Jaya Agra Wattie Tbk

PT Jaya Agra Wattie was founded with the name Handel Maatschappij J.A. Wattie and Company Limited. PT Jaya Agra Wattie (Persero) is one of private agribusiness corporations engaging in plantation, processing and agricultural logistics and marketing activities. Having 90 years of experience in the agriculture sector, the company continually strengthens its business base through a diversification approach by cultivating various premium plantations of primary raw commodities such as rubber, crude palm oil (CPO), coffee and tea.

Selengkapnya di halaman JAWA