Perbedaan Devon Energy Corp dan Live Nation Entertainment, Inc.: Devon Energy Corp diperdagangkan di $45,38 (kapitalisasi pasar $49,90B), sedangkan Live Nation Entertainment, Inc. diperdagangkan di $183,14 (kapitalisasi pasar $43,01B). Perbedaan utamanya: Devon Energy Corp lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan Devon Energy Corp membagikan dividen 2,82%, sedangkan Live Nation Entertainment, Inc. tidak. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.
| DVN | LYV | |
|---|---|---|
Kapitalisasi Pasar | $49,90B | $43,01B |
Sektor | Energy | Industrials |
Tertinggi 52 Minggu | $52,07 | $186,59 |
Terendah 52 Minggu | $31,74 | $125,61 |
Nilai Perusahaan | $60,63B | $45,22B |
Imbal Hasil Dividen | 2,82% | — |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
Saham DVN diperdagangkan di $42,98, turun 0,3% dalam 24 jam, dengan sinyal teknis bearish. Secara fundamental, valuasi menarik dengan P/E 9,34 dan EV/EBITDA 6,59, didukung laba bersih $2,64 miliar pada 2025. Dividen dinaikkan 33% dan pembelian kembali saham dipercepat, sementara utang berkurang. Sentimen analis sangat positif dengan 71,43% rekomendasi beli dan target harga konsensus $61,91.
Prospek DVN kuat dengan sinergi merger Coterra, pertumbuhan produksi, dan pengembalian modal yang agresif. Risiko utama meliputi volatilitas harga minyak, leverage keuangan, dan persaingan sektor energi. Saham dinilai undervalued dengan potensi apresiasi 44% menuju target konsensus, cocok untuk investor yang mencari eksposur energi dengan disiplin fiskal.
LYV (Live Nation Entertainment) diperdagangkan di $180.66, turun 0.61% dalam 24 jam, dengan sinyal teknis bullish dari rata-rata bergerak. Perusahaan melaporkan pendapatan $25.2 miliar pada 2025, namun margin laba bersih tipis di 0.51% dan valuasi P/E tinggi di 117.49. Berita terkini mencatat insider menjual saham, sementara permintaan konser yang kuat mendorong pertumbuhan pendapatan, dengan Q2 2026 mengalahkan estimasi laba per saham.
Outlook positif didukung konsensus analis 'Buy' 86.96% dan target harga $209.54, mencerminkan keyakinan pada pertumbuhan acara langsung. Risiko termasuk utang tinggi, tekanan biaya, ketidakpastian hukum, dan margin laba yang rapuh. Katalis utama adalah ekspansi permintaan internasional, tetapi investor perlu waspada terhadap volatilitas dari beban utang dan tantangan operasional.
Imbal hasil berjalan pada periode standar
Berita terbaru kedua aset
Devon Energy, berbasis di Oklahoma City, adalah salah satu perusahaan eksplorasi dan produksi independen terbesar di Amerika Utara. Basis aset perusahaan ini tersebar sepanjang pesisir Amerika Utara dan termasuk eksposur ke ladang minyak Delaware, STACK, Eagle Ford, Powder River Basin, dan Bakken. DI akhir tahun 2021, cadangan nyata dari Devon memiliki total setara 1,6miliar barel minyak, dan produksi nett tahun itu pada angka 572ribu boe/d, di mana minyak bumi dan gas alam cair menghimpun 74% dari totalnya, diikuti oleh gas alam.
Selengkapnya di halaman DVN →Live Nation merupakan firma hiburan live terbesar di dunia dengan telah melayani lebih dari 570 juta fans di 44 negara di tahun 2018 melalui platform konser dan penjualan tiket mereka. Baik dari kepemilikan langsung, hak operasional, atau memegang lisensi penjualan tiket eksklusif, Live Nation mengontrol lebih dari 235 tempat pertunjukan termasuk House of Blues, Hollywood Palladium, dan Spark Arena di Selandia Baru. Live Nation juga memiliki salah satu penyedia jasa pertiketan, Ticketmaster, yang telah menjual lebih dari 480 juta tiket untuk lebih dari 12.000 klien di tahun 2018. Agensi manajemen artis mereka telah mengelola lebih dari 400 klien. Sepak terjang besar mereka di dunia hiburan live telah membantu Live Nation menjadi salah satu platform iklan dan sponsor berorientasi penggemar musik terbesar saat ini. Liberty Media mempunyai 33% kepemilikan Live Nation, di bawah bendera SiriusXM.
Selengkapnya di halaman LYV →